Higehiro, Yoshida, dan Kedewasaan

Yoshida the Lord adalah panutan umat

Gilang Fajar
3 min readJul 5, 2021
Protech Sayu’s smile at all cost

Setelah berjalan selama 12 episode, Higehiro akhirnya tamat. Anime tentang anak SMA yang kabur dari rumah ini diakhiri dengan Sayu, si protagonis wanita, kembali ke Hokkaido setelah lama meninggalkan rumah sementara Yoshida, si panutan seluruh laki-laki di dunia, kembali ke Tokyo dan melanjutkan hidupnya yang menjemukan.

Ya. Baik Sayu dan Yoshida kini harus menjalani hidup mereka masing-masing. Namun, ini tidak berarti kalau mereka tidak akan pernah berjumpa lagi. 10 menit terakhir di episode 12 menunjukkan hal itu. Yoshida kembali bertemu Sayu di bawah lampu jalan, sama persis seperti pertemuan pertama mereka dulu. Yang berbeda adalah kali ini Sayu sudah “dewasa,” dia tidak lagi hidup dengan menanggung beban masa lalu. Sementara Yoshida, well, perubahannya tidak terlalu signifikan tapi standar moralnya saya yakin tetap tinggi.

Higehiro diakhiri dengan open ending, dengan akhir yang terbuka. Penonton seperti saya bebas menentukan menerka-nerka akan seperti apa nasib mereka setelah ini. Apakah mereka akan “menjadi satu” atau apakah Yoshida akan tetap denial dengan perasaannya pada Sayu?

Entahlah.

Apakah hubungan antara Sayu dan Yoshida akan berlanjut ke season 2?

Entahlah.

Belum ada kabar lebih lanjut tentang season 2 dari Higehiro as per artikel ini di-publish. Tapi sejujurnya saya tidak terlalu mengharapkan adanya season 2.

Higehiro sudah memiliki ending yang sempurna. Akhir yang terbuka seperti ini memberi anime ini keindahan tersendiri. Penonton diberi kebebasan untuk mengingat anime ini sesuai dengan preferensi mereka sendiri, tidak dibatasi oleh keputusan studionya.

I like it that way 😎

Higehiro Anime Terbaik Spring 2021?

Agak terburu-buru untuk menyebut Higehiro sebagai anime terbaik di musim semi 2021 karena sekarang pun baru hari ketiga di bulan Juli 2021.

Namun, I will give my vote to Sayu. No question.

Yoshida my man

Higehiro adalah anime yang spesial, dari mulai karakterisasi sampai nilai-nilai moralnya.

Berbicara soal karakterisasi, Yoshida adalah satu yang menarik. “Stay Halal till the End” adalah prinsip penting yang kita harus pelajari dari “lord” Yoshida. Tapi, ada satu hal yang lebih menarik dari Yoshida, yaitu kedewasaannya.

Yoshida adalah sosok yang dewasa, dan sedikit kikuk di depan wanita. Dua hal ini adalah daya tarik utama Yoshida. Setidaknya, ada 4 wanita dari segala umur yang tertarik pada Yoshida. Dari sini, Yoshida sebenarnya Yoshida bisa membuat harem. Sayu bahkan sudah rela untuk “bersatu” dengan Yoshida. Untungnya, Yoshida tetap teguh pada prinsipnya dan tetap stay halal hingga akhir season.

Charming point paling penting adalah yang satunya lagi, yaitu kedewasaan. Yoshida adalah sosok yang dewasa. Dia selalu memikirkan suatu permasalahan secara berimbang, dan secara helicopter view. Saat Sayu menginap dan tidur bersama sebagai imbalan, Yoshida menolak karena dia memikirkan hal ini secara big picture-nya. Yoshida melihat Sayu sebagai seseorang yang hilang arah. Dia tidak jatuh ke “kenikmatan sesaat” itu, tapi melihat fakta terselubung bahwa sebenarnya Sayu butuh pertolongan.

Bagusnya lagi, Yoshida juga cukup dewasa untuk tidak memaksa Sayu menceritakan masalahnya. Dia hanya mengobservasi, dan hanya memberi nasihat saat Sayu sudah siap bercerita. Ini bentuk kedewasaan yang paling tinggi, yaitu untuk mind our own business.

Intinya, jika di dunia ini kamu hanya bisa menonton 1 judul anime sebelum kiamat, Higehiro adalah anime yang bisa kamu pertimbangkan.

PS. Higehiro has one of the most fascinated opening song of all time. I recommend you not skipping it.

--

--

Gilang Fajar
Gilang Fajar

Written by Gilang Fajar

Constantly juggling between market and creative writing

No responses yet